Rabu, 26 Februari 2014

Kota Bertuah Penuh Asap (Real Pics From The Sky)

Miris rasanya, kota yang anda tempati untuk mencari sesuap nasi kini menjadi kota penuh asap, serasa penjual sate sedang betebaran disetiap jengkal kota ini.

Dulu saya hanya melihat dari TV, tidak menyangka ternyata kejadian aslinya lebih parah daripada yang disiarkan di TV.

Saya sedang berada di Jakarta beberapa hari belakangan ini, saat kabut asap yang terparah menyelimuti pekanbaru, tetapi saya sempat merasakannya ketika naik dan sekarang ketika kembali saya benar-benar merasakan perubahan cuaca dibanding minggu lalu. Saya juga sempat mengabadikan beberapa moment kabut asap melalui udara.

Sebagai pengidap asma sedari kecil, asap adalah musuh terbesar saya, well serangan sesak nafas bisa saja muncul tiba-tiba walaupun tidak karena asap, apalagi adanya asap ini, makin memperparah.

Ketika berangkat, saya memilih pesawat jam 11.45, jam tersebut saya pilih karena waktu tersebut adalah waktu yang paling memungkinkan pesawat lepas landas. Karena kabut asap penerbangan di pekanbaru suka ter-delay, atau gagal turun. Oleh karena itu pesan lah tiket tidak terlalu pagi atau sore, saat matahari mulai dan masih terang, kalau anda akan berangkat dari pekanbaru dan memesan pesawat malam atau pagi sekitar jam 06.00 di pastikan anda akan menunggu, ya kalau anda akan mendarat dipekanbaru jam 07.00 bisa jadi anda dialihkan ke medan atau kuala lumpur.

Berikut foto saat lepas landas dari bandara SSQ II Pekanbaru tanggal 20-03-14 Jam 11.45



Banyak turbulensi yang terjadi saat pesawat menabrak kabut atau asap tebal, lebih baik memilih pesawat sekelas airbuss karena rasanya lebih nyaman dan aman, tidak terlalu oleng. Sekilas di dalam pesawat banyak muka-muka tegang karena goncangan yang cukup dasyat.
Ketika saya mengobrol dengan salah satu crew di bandara, yang paling ditakuti adalah ketika pilot tidak bisa membedakan kabut asap dengan awan hampa udara, yang dapat mengakibatkan turbulensi, dan jarak pandang yang sangat terbatas untuk landing dan take off.

Nah berikut ini foto saat saya mendarat di Pekanbaru 26-03-14 14.00

Biasanya pada ketinggian seperti ini, hutan dan alur sungai terlihat jelas, tapi sekarang sudah terlalu banyak asap yang mengepung.




Sedih kan lihatnya? Asap ini sangat menganggu selain ISPA, mata juga terasa perih karena partikel debu.

Langit tidak lagi terlihat biru, 
Kesal dan sebal karena ini adalah bencana yang dibuat oleh manusia, oleh cukong kayu yang membakar hutan, mereka meraup untung tapi membuat buntung orang-orang dikota yang harus mengeluarkan biaya untuk berobat ISPA.
Banyak yang tergolek lemas di Rumah sakit, tapi mungkin beberapa oknum sedang plesiran keluar negri mencari udara segar.

Ayok mulai bangun kesadaran, hindari illegal logging, pembakaran hutan, dan pencemaran polusi lainnya, SELAMATKAN kota ini, selamatkan keluarga tercinta.
Mari bantu sesama, mari saling mengingatkan.
Isi petisi ini, bantu sembukan kota tercinta ini hasil petisi ini akan dikirimkan ke pihak pemprov agar solusi dapat ditemukan secapatnya http://chn.ge/NwKF7M

Sabtu, 08 Februari 2014

My Guardian Angel and Little Angel



Although our body are far apart, our soul will always be together.


Sudah 4 bulan terpisah jarak ratusan kilometer, kami disibukkan dengan usaha masing-masing untuk membangun keluarga kecil yang masih merangkak naik.
Saya sendiri bukan wanita yang suka berdiam diri membuang waktu belum saatnya saya hanya menengadahkan telapak tangan kepada suami, mungkin karena jiwa muda masih menggelora, yang kadang suka tidak sadar ada anak cantik yang ngekor kemana saja. Hihi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...