Minggu, 12 Januari 2014

Akademi Berbagi Pekanbaru #6 :Kreasi Musik Riau

Mengawali awal tahun pada tanggal 11 Januari saya mengikuti kelas Akademi Berbagi Pekanbaru yang ke 6.
Kelas kali ini mengangkat tema tentang Musik Melayu, ketika tema kelas diumumkan di twitter saya langsung menunggu jadwal pendaftaran dibuka.
saya sangat excited karena musik tradisional telah menjadi bagian hidup saya, mewarnai kedekatan hubungan saya dengan Papa yang tidak jauh dari kegiatan bertemakan seni, dan musik melayu adalah kesukaan Papa saya.
Ternyata pengisi materi kali ini adalah Rino Dezapaty pendiri dari Riau Rhtym.

Sekedar Info, Riau Rhtym yang mengusung musik bertemakan etnocontempo ini pernah tampil di Busan Film Festival tahun (2008),  Opening & Closing Music untuk PON di Riau (2012) , dan yang paling terbaru adalah IPAM di Salihara Jakarta (2013).
Rino Dezapaty atau Bang Rino adalah anak yang terlahir dari Bapak dan Ibu yang berjiwa seni tinggi, Bapak seorang Koreografer dan Ibu seorang penari dan penata rias melayu di balai Dang Merdu yang kini telah berubah bentuk jadi Bank Riau. 

menurut Bang Rino dulunya, dia tidak tertarik dengan musik Metafisika (sebutannya untuk musik tradisional) lebih tertarik untuk mempelajari musik Fisika (musik barat). diawali dengan belajar gitar , lalu bergabung dengan Marching Band Dang Merdu saat masih duduk dibangku SD, bang Rino berhasil menyabet juara 3 solo terompet yang digelar oleh Grand Prix di jakarta, sayangnya saat itu ayah beliau tidak sempat melihat kemenangannya ini.

Saat lulus SMA, bang Rino nekat merantau ke Surabaya, dengan tujuan mencari Kuliah musik untuk menyalurkan talentanya, tapi apa daya, Bang Rino malah salah jurusan dengan masuk ke Fakultas Ekonomi.
setelah mengahabiskan beberapa semester di Fakultas Ekonomi, Bang Rino mendaftarkan diri di IKJ dan lolos masuk kejurusan etnomusicology, mempelajari musik-musik metafisika sejak saat itu mulai tumbuh kecintaannya akan musik tradisional, dan setelah selesai kuliah beliau memutuskan untuk kembali ke Pekanbaru dikarenakan kejenuhannya dan untuk menggali sumber potensi musik tradisional melayu.

Gambus adalah instrument penting dalam musik melayu


Perjuangan berbuah manis tahun 2002, karya pertama Bang Rino di release, Satelite Zapin, yang di launching di Malaysia.

Selain Bang Rino Dezapaty, ada Bang Oji dan Bang Tito yang juga memberikan info bagaimana memanage group Riau Rhytm ini, bagaimana pentingnya berkomunikasi satu sama lain.

di Akhir kelas Bang Rino menambahkan, pentingnya menjaga Komunitas, pentingnya menjadi Leader, cari IDE kreatif lainnya jangan jadi followers dan mengigatkan diperlukannya Team Work yang besar untuk mendapatkan hasi yang besar.

Nah sebagai anak negri harus bangga nih sama contoh-contoh penjaga musik tradisional ini, harus lebih menghargai budaya bangsa kita!

yang penasaran sama RiauRhytm bisa cek di link youtube ini > http://www.youtube.com/watch?v=optyi8Y4U-o

kalau saya sih after class sempat menyaksikan langsung mereka perform, keren bangeeeet, dan ini video perform riau rhtym di akhir kelas diambil dari youtube channel Lianda Marta


2 komentar:

  1. asyik kalau ada event seperti kelas musik melayu ini..bisa mempertahankan dan mempelajari warisan budaya leluhur bangsa adalah prestasi yang luarbiasa..... keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
  2. Wahh seru nih mak masih suka ikut event2 gini

    BalasHapus

Leave your comment here..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...