Selasa, 15 Oktober 2013

Dilemma in running a Café Business : a CUP of a good Quality Drinks

Tulisan ini bukan dimaksudkan sebagai pembelaan diri, hanya tulisan dari pemikiran saya yang mengalir begitu saja. 
Bagi yang belum tau, saya sekarang buka Café, makannya tercipta tulisan ini.
Mungkin akan ada beberapa post berkelanjutan tentang Café tapi nggak semua tentang dilema koq, swear, banyak cerita seru dengan pertemuan berbagaimacam karakter Costumer. Tapi kali ini dilema dulu yak. Btw, maaf ya judulnya bahasa inggris isinya bahasa indo. Ehehhee


QUALITY or QUANTITY

Agak dilema memang saat di Café kami sepakat mengutamakan Kualitas. Mungkin kalau berada dijakarta, it's worth to buy kalau rasa sesuai tapi ini tidak bisa terlalu di jalani di kota ini. Well, harus ikut selera Costumer kan?

Saya penikmat makanan enak, begitu juga yang saya harapkan kepada Café. Saya berharap agar semua costumer mendapatkan hidangan yang enak.

Yang akan saya ceritakan disini merupakan curhatan tentang beverages. Untuk membuat minuman yang nikmat tentu perlu ramuan yang tepat. Ramuan yang tepat kami Import dari tempat khusus (rahasia dapur, hehe) agar menciptakan rasa yang nikmat.

Italian soda contohnya, bisa sih taruh digelas yang besar, tapi rasanya strawberry, blueberry dkk diganti oleh selai, rasanya nggak tega nyuguhin selai dikasih soda, walaupun cost jauh jadi lebih murah dan kuantiti lebih. Ini dilema nya, kadang bikin pikiran saya jadi back and forth antara kualitas dan kuantitas, sampai sekarang, saya masih berpakem kualitas.

Yang kedua..

TALL or SHORT

Jujur deh siapa sih yang nggak tertarik minuman disediakan di gelas yang besar/ tinggi, dibandingkan dengan gelas yang kecil / pendek?



Diantara dua gelas italian soda diatas, mana yang anda pilih?

Eits, gelas yang kecil udah diminum sih dikit sama Costumernya jadi isi berkurang dikit. Tapi sebenarnya ini sama  lho isi takarannya..
Niatnya sih biar bentuk gelas bervariasi, tapi ada Costumer yang kira ada penyusutan. Ini juga bikin galau, mau dibalikin ke gelas tinggi, gelas pendek sudah dibeli agak banyakan. rrrr

Bingung kan? 

Nah kalau anda? Pilih mana quality atau quantity? 
Gelas pendek atau tinggi?



Sabtu, 05 Oktober 2013

Thousand Miles

Curhat boleh dong ya..


Jadi, akhirnya saya memutuskan untuk tinggal di Pekanbaru. Suami - Kak Ryan akan tetap di Jakarta. Banyak sih pertimbangan di dalam hati, apa ini benar atau salah.
Keputusan ini bukan semata-mata untuk saya, tapi untuk keluarga.

Iyaaa deh ini ceritanya saya lagi galau, hahah. Saya belum pernah terpisah lama dengan suami. Ketika di Jakarta, walau nggak sering banget quality time, at least setiap dia pulang tengah malam, atau sibuk dengan tugas kuliah dan bacaan beratnya, saya tau dia akan ada setiap pagi untuk mencium kening saya, or just to see his back pack around the house tanda kak ryan sudah pulang.

Mungkin keputusan yang agak egois, well ini harus di coba dulu. Pekerjaan Kak Ryan sebagai pengacara muda yang otomatis harus ngikutin kasus yang ada dari pagi hingga dini hari. Saya tau kadang dirinya agak menahan diri untuk pulang pagi atau pergi berangkat kerja pagi-pagi. Tidak berhenti disitu, Kak Ryan juga harus menyelesaikan S2nya hari sabtu dan minggu.  

Akhirnya the decision has made. Untuk karir selanjutnya lebih baik saya di pekanbaru, mengurus usaha baru, dan disini ada keluarga yang paling tidak akan mengawasi si kecil. Kak Ryan dijakarta untuk menyelesaikan S2 dan agar tidak menahan diri untuk berkerja.

Yah ini baru hari-hari awal terpisah ratusan kilometer, ya saya akui saya ini cengeng sebenernya. Tapi ini keputusan yang saya pikir adalah keputusan yang terbaik. 

We'll meet again soon.

Take Care by, you know, my heart will always belongs to you. 
Deep inside our heart, we'll always be together, no matter how far the distance is.
With Love
Mommy and Lyvia

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...