Selasa, 20 Agustus 2013

Lyvia, Lyvia

Sudah hampir setahun menikmati peran baru saya, menjadi Ibu. Tiba-tiba pengen aja nulis tentang anak tercinta, ya saya jarang nulis tentang perkembangan milestonenya, padahal pas hamil dulu bikin janji untuk nulis milestone atau bikin blog khusus Lyvi, tapi nulis di blog sendiri aja masih nggak konsisten. salut sama Ibu-ibu yang konsisten untuk nulis tentang anak dan membuat progresnya. Jadi ya disini aja deh nulis tentang Lyvi, sesempetnya, dan kali ini berjanji harus disempet-sempetin karena tulisan ini suatu saat akan menjadi kenangan.

Lyvia Lennon
Saya menikah diusia <s>19 tahun</s> ralat 18 tahun tepat dihari ulang tahun saya, Desember 2011. lalu langsung hamil di bulan Januari 2012. Selama kehamiulan tergolong proses yang mudah, saya selalu menanamkan hypnosis diri bahwa saya sehat dan kuat, alhamdulillah kejang-kejang diperut saya abaikan saja. Lagipula saya bukan pribadi yang suka dikasihai dan mendramatisir keadaan pada saat hamil, dikarenakan teman saya yang juga masih pada muda-muda, saya tidak ingin memberikan kesan bahwa hamil menyakitkan dan melahirkan lebih menyakitkan lagi. hehe
Tapi yang sulit itu adalah mendengar gosip tentang saya yang bertubi-tubi dari segerombolan kelompok, gosip saya hamil di luar nikah. hiks. Untungnya ada sahabat dan keluarga yang menguatkan saya, agar tak mudah terpancing emosi.

Maka dari itu, untuk yang berniat nikah muda, satukan pikiran dengan calon pasangan, nikah muda bukan hanya modal nekat. Karena usia muda saatnya emosi meledak-ledak, dan ya yang tersulit adalah gosip atau masalah kecil yang bisa besar kalau tidak diselesaikan secara dewasa, dan menurut saya, walaupun sudah menikah, karena usia yang masih muda, masih diperlukan sara-saran atau pengawasan dari orang tua agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. eits, melenceng. back to the main topics

Tahun lalu, pada bulan-bulan ini saya sedang rajin-rajinnya periska ke Dokter, nyiapin tugas-tugas dari dosen untuk perisapan UTS. yap, saya masih mahasiswa tingkat akhir ketika hamil.
Sekarang, saya sedang duduk didepan Crib Lyvi, panggilan dari Kieanna Vallerie Lyvia Tatum, anaknya sedang sibuk bermain dengan boneka kesayangan dari Mamanya (Kakak saya). Namanya memang terdengar seperti bule-bulean, tapi yang terpenting adalah arti, dan sebenarnya itu gabungan nama Inggris dan Arab, harapan Lyvi suatu saat akan melangkahkan kaki ke dua negara makmur tersebut. Saya juga tidak membiasakan memanggilnya 'Kakak' menurut saya belum waktunya, biar dia tau namanya adalah Lyvi, agar tidak bingung, nanti dikira namanya Kak Lyvi. hehe.
Lyvi Saat saya sedang menulis post ini

Kehadiran Lyvi tentu memberi warna indah dalam hidup, setiap malam terbangun menatap wajahnya yang damai, membuat hati juga menjadi damai. Walaupun ada cita-cita yang harus ditunda tapi it's all worthed ketika melihat senyum dan perkembangannya.

Lyvia and Momo
Seperti yang pernah saya ceritakan bahwa saya memasukkan Lyvi ke sekolah balita, perkembangannya menjadi pesat tapi selain itu saya juga yakin ini karena pengaruh ASI Ekslusif yang diberikan. Lyvi selalu ceria, hobbynya mendengar musik dan cerita, kalau musik atau cerita selesai dia akan mulai teriak-teriak dan membuka halaman-halaman buku, selain itu hobbynya adalah menari ketika mendengar lagu "nagnignung, lagu batak dan lagu nasional yang dilantunkan oleh Opungnya. Hobbynya yang extrem adalah 'Upside Down' diawali dengan menyanyi lalu saya akan mengankat kakinya keudara dan membalikkan badannya. Lyvi selalu tertawa sehabis aksi extremnya itu.
Kegemarannya yang lain adalah terobesesi pada Laptop. Lyvi sangat suka melihat layarnya, memencet-mencet layar dan keyboard. Kakak saya adalah temannya dalam bermain laptop. Tapi saya sekeluarga jarang mengizinkannya menyentuh laptop, karena itu Lyvi pandai merajuk pada Kakak saya, nyender-nyender sambil pelan-pelan pegang laptop, niatnya biar diijinin main, kalaupun iya diijinkan hanya 5 menit, lebih dari itu saya yakin tombol keyboard ada yang copot, lagi.

Lyvia with Daddy
Kini sudah bisa memanggil Mama, Daddy, dan memanggil saya Momo. kosa kata lain selain itu masih tidak jelas ada "bejebeje""bejebah", tapi yang selalu dikatakan "apacih" mungkin karena mendengar saya yang tadinya suka bercanda dengan bilang "apasih". Sudah tau jika dilarang dengan kata 'NO', melambaikan tangan dengan perintah 'bye atau dadah' atau ketika harus melepaskan barang dari genggaman dengan kata 'Let Go'.
Lyvi baru mulai di tatah, tapi kalau di dalam Cribnya, Lyvia sudah bisa berjalan sendiri, kalau di lantai, pasti jadinya malah joget. kalau merangkak Lyvia udah cepet banget, apalagi kalau melihat kabel bergeletak.

Lyvi tumbuh menjadi pribadi yang ramah, murah senyum, dan jail, asal tidak mendengar suara yang bernada tinggi alias cempreng. Tenaganya juga sangat kuat, tidak ada yang kuat mengenddongnya karena Lyvi suka bergulat ketika digendong, hanya Daddy nya yang kuat menggendongnya.
Mbaknya kini resign, dan saya akhirnya jadi stay at home Mom mengurus keperluan Lyvia. Saya masih terus menyesuakan diri menjadi ibu yang baik dan lebih baik lagi, tidak dipungkiri jiwa muda kadang masih bergolak ingin bebas jalan-jalan.dan kadang iri dengan teman-teman yang sedang menghabiskan masa muda berwisata keliling pulau. hihihi.

Beberapa kali juga Lyvi sakit, dikarenakan alergi yang belum diketahui asalnya. Kata dokter dia memiliki alergen yang kuat dari orang tuanya, saya dan suami. Tapi alerginya sepertinya sama seperti saya, debu, menyebabkan meler yang berkepanjangan dan juga membuatnya batuk, akhirnya beberapa kali Lyvi di fisioterapi dengan inhaler.



pemotretan Lyvia

Perjalanan Lebaran Cileungsi - Jakarta


ah tidak terasa bulan depan bayi yang tadinya terlahir hanya dengan berat 2.9kg dan terlihat kisut, akan berumur 1 tahun dengan tenaga algojo. Nak, sehat selalu ya, jadi anak baik, pinter, dan nurut ya. Jangan jadi pemarah kaya Mommy, jadi pesilat aja kaya Daddy karena tenagamu udah cocok, atau jadi pembaca puisi yang handal kaya Daddy karena kamu suka banget sama buku kan?..  jadilah anak yang berguna, dan shalihah, selalu berada dijalan yang benar ya Nak. Jangan jadi keras kepala karena banyak yang sayang ya. Love You

12 komentar:

  1. wah, salut yaa nikah muda.... semoga Lyvia jd anak yg solehah :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe. terimakasih. amin amin itu yang terpenting ya mak, tidak lupa akan agamanya. hehe

      Hapus
  2. keren nikah 19 tahun hehe...uwah pasti sekarang Lyvia makin lucu2nya tuh mbk....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, jahilnya juga mulai. hihi

      Hapus
  3. Waa pasti lagi lucu2nya ya mba. setelah 1 tahun seru tu mba anaknya tambah banyak tingkah dan udah bisa jalan sendiri. Hihihi... sehat terus ya Lyvia :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya saya nunggu banget dia bisa jalan, tapi males banget deh dia jalan. hihi. ga sabar deh rasanya :p

      Hapus
  4. wah nikah muda, menurut saya orang yg nikah muda itu hebat krn berani mengambil tanggung jawab di usia muda hehe

    BalasHapus
  5. nikah muda ya, ntar kalo anaknya udah gedean jadi kayak adek kakak hehehe

    BalasHapus
  6. wah wah, senangnya ya, Lyvi dah besar nanti, mommy dan daddynya masih muda.

    BalasHapus
  7. Hallo lyvi, salam kenal yah..seru yah ngebayangin besar nanti jalan bareng sama mommy , asal jangan panggil mommy "kakaK yaa hihihi

    BalasHapus
  8. sehat dan pinter sll ya lyvia, salam sayang dari ummi...

    BalasHapus
  9. duh, aku dulu juga pingin banget nikah muda tapi gak dikasi.. jadi setelah proses tarik ulur nikahnya di usia 23... enak tuh nikah muda jadi pas anak dah gede kitanya masih muda jadi bisa berteman akrab ma anak..

    BalasHapus

Leave your comment here..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...