Jumat, 05 Juli 2013

Travelling to India

Travelling memang tidak pernah membosankan, apalagi ketempat-tempat baru yang belum pernah kita jelajahi sebelumnya. Kalau kata orang bule, negara yang saya kunjungi ini merupakan - a must visit place before you die, Incredible India.

Sebenarnya ini cerita udah lama, hihi. Tapi karena belum pernah saya ceritain, dan baru keinget sekarang, Yaudah ditulis aja deh.

"Mera naam Karina, aapkaa naam kyaa hai?" (Nama saya Karina, nama anda siapa?)


My Family di Pusat Perbelanjaan


Saya berlibur ke india bersama dengan keluarga juga kolega ibu saya, Dr. Sunita dan Dr. Kishore, dokter keluarga kami. Kota tujuan saya adalah Mumbai. Mumbai adalah kota metropolitan terbesar di India, pusat perfilman, dan pusat perdagangan. 

Mama bersama Dr. Sunita

Dr. Kishore dan Dr. Sunita

Ada yang suka nonton film India? Jangan bayangkan kota ini seperti yang ada di film-film kecuali kalau anda nontonnya slumdog millionaire. Karena ternyata film India yang bagus-bagus scene nya malah shooting diluar India. 

Pertama kali menapakkan kaki di bandara mumbai, yang terlintas dikepala saya, "kayaknya kita mendarat di medan deh" hahahahha. Apalagi setelah menyusuri jalan kota ini. Cuaca di Mumbai saat itu panas terik, banyak bus kota yang berjalan miring-miring karena overload. Semua kendaraan memiliki gantungan cabai merah dibagian bumper belakang, katanya sih jimat agar tidak nabrak (mereka nyetir persis supir bus batak) daaaan yang paling parah, semua kendaraan, baik bajay, kendaraan pribadi atau bus, tidak pernah berhenti mengklakson, meskipun lampu merah!!

Kalau soal makanan, disini cocok sama selera saya, karena makanan yang tersedia mirip-mirip dengan masakan gulai padang, nasi juga merupakan makanan pokok, oh ya tidak lupa ada roti canai atau prata sebagai pendamping gulai. Sebenernya kalau lagi travelling pasti resto menjadi tempat saya melampiaskan hasrat ingin pipis, hihi tapi not in India!! wc nya bahkan lebih kotor daripada wc pombensin di jakarta. 

Ryan bersama Penjaga Toko Buku disekitar hotel

Tujuan awal ke india selain untuk travelling sebenarnya adalah berbelanja, ya maklum jiwa pedagang. Harga baju full payet lebih murah daripada kita makan di hotel bintang lima dijakarta, eh tapi kalau di hitung pake ongkos pesawat ya mahal juga sih, hahahha. Pedagang walaupun kita cuma beli baju 3pcs, kita disediakan Chai. Chai adalah sejenis kopi susu, atau yang lebih kita kenal dengan sebutan teh tarik.
Selama kita berjalan jangan heran kalau ada wangi-wangi asing dihidung, bukan saja wangi dupa, tapi aroma khas orang india, mungkin karena kebanyakan ngemilin bawang merah kalinya? (Seriously, setiap sebelum makan kita dikasih acar bawang merah), fyi, kalau mereka pake baju sari dari bahan bagus dan ada payet, itu bersihinnya nggak dicuci lhooo.. Cuma dijemur dipanas matahari.

Baju Shalwar Khameez


Seperti yang awal saya bilang, kota India mirip Medan, banyak bangunan tua. Bangunan tua ini banyaknya ITC nya india, tapi disini lebih banyak pengemis yang berkeliaran. suatu ketika ada anak kecil yang nyamperin minta-minta maka Ryan (dulu masih pacar) memberikan duit receh, ternyata pengemis ditempat ini lebih bringas. Bukan dibuang karena receh, malah dikejar, oh bukan sama anak kecil yang tadi, malah pasukannya nambah!! Yang dateng nambah pake ibu-nya dan adeknya, minta duit tambahan, hahhaha! Yang bikin gila, ibu nya gelangnya emasnya satu tangaan booook! 


Travelling di india adalah jalan-jalan terunik yang pernah saya alami, gila aja di kejar pengemis bergelang emas. Belum ada kan disini? Hihi.

nih saya kasih spoiler video lucu, saat lagi nungguin jemutan dihotel berhasil sih bikin orang India disekitar kami duduk ngeliatin dan ketawa-ketawa. hihi





7 komentar:

  1. Hahaha... lebih parah drpd di sini ya pengemisnya. Anw, baju2 indianya bagus ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus mak, tapiii.. Baju mereka tidak bisa dicuci dengan air. Kalau orang kita sih pasti mending masukin ke dry clean ya, tapi kalau mereka sih dijemur matahari aja. Hihihi. Kebayang ngga baunyaaa? :p

      Hapus
  2. Mak setelah tiap hari saya ngeliat orang india dan beragam kejahatan, kebersihan dan *bawang* saya mikir seribu kali untuk kesana. satu2 yg mnjadi alasan kuat yaitu tajmahalnya selebihnya seremmmm hihi

    tp klo gratis mungkin bisa difikir lg sih haha
    padahal dr UAE sini ongkosnya cuma satu juta bolak balik hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haduh mak jadi inget imigrasinya, di grepe2 dalem ruangan, hahaha. Saya disana memang diingatkan pakai baju ketutup soalnya suka ada tukang colak colek! Tp saya ga ke taj mahal, waktunya ga sempet :(

      Hapus
  3. oooh jadi itu alasannya kenapa Indian people... uhm.. smelly..
    gara2 cuma dijemur doang :D

    BalasHapus
  4. Saya pernah mengikuti Army Staff College di Welligto, Nilgiris, Tamilnadu, India selama 11 bulan lho jeng.
    Juga pernah mengunjugi Taj Mahal yang indah itu
    Sayangnya makanan mereka kurang cocok dilidahku karena bumbunya ada yang kurang pas di lidah.

    Terima kasih, artikel ini mengoibati kerinduan saya akan India..nehi nehi..nehi

    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  5. Aku pernah nonton slumdog mbak, etapi aku gak tau kalo misal film2 india yang tempatnya bagus2 itu syutingnya malah di luar indianya sendiri ._.

    BalasHapus

Leave your comment here..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...