Rabu, 17 Juli 2013

MFF Prompt #21 Cinta Mati

Pikiranku melayang, mengingat semua kenangan tentang kita. Kenangan ketika pertama kali kamu temukan aku yang hampir menghabisi hidupku ditepi jurang. Kamulah yang menyeretku menjauh dan temukan hidup baru. Kamu yang menyentuh ragaku, membuatku merasa lebih hidup, lalu sentuhan itu masuk ke dalam relung-relung jiwaku yang kosong. Kau sentuh hatiku dengan Cinta, rasa cinta yang lain. Cinta yang tidak pernah kurasakan dan kumiliki sebelum aku bersamamu. 

Apakah kamu tau seberapa besar perasaanku untukmu sekarang? Seberapa besar pengorbananku? Kita sudah berjalan sejauh ini. Sungguh ini adalah penghianatan yang sangat berat. Aku tidak kuasa melihatmu sekarang. Kamu tau? Kamu sudah menggoreskan luka yang teramat dalam untukku. 

Dulu pelukan hangat itu milikku. Pelukkan yang membuatku merasakan hangat hingga ke dalam batinku, yang membuatku merasa utuh. Masihkah kamu ingat ketika kita saling menyayangi? Pada saat kita berpagut pada ke indahan cinta abadi? Ah, mungkin hanya aku yang menganggapnya abadi. 

Kini pelukan dan ciuman mautmu telah berpindah. Kamu dengan mudahnya meninggalkan aku, memberikan semua rasa yang pernah kita miliki kepada orang lain. Kamu tidak konsisten dengan makna cinta yang kamu ajarkan padaku? Atau selama ini hanyalah dusta? 

"Aku cinta padamu, tolong pikirkan lagi semua yang telah dilalui Sayang.." ucapku dengan putus asa. Ya, aku putus asa, aku tau kau tidak lagi memilik rasa yang sama denganku.

“Aku tidak akan memikirkan apapun lagi, kita harus berjalan sendiri-sendiri.”

Bull*hit! Tidak. Aku akan selalu denganmu!”
"Get a life!" balasmu angkuh.

"You're my life, tau kah kamu betapa aku membutuhkanmu? Kamu tidak ingat apa yang kamu perbuat padaku? Kamu yang menjerumuskan aku pada kehidupan ini. Kamu itu hidupku!" 

“Cari saja yang lain! Aku sudah menemukan wanita idamanku. Aku bisa berubah, kamu juga pasti bisa. Tolong kita akhiri semua disini. Perasaanku sudah berubah, kita tidak akan bisa bersama sampai kapanpun. Tidak akan ada yang bisa merestui kita bersama”

Hatiku panas membara, mendengarmu menemukan wanita impianmu. Rasanya hidupku berakhir. Restu? Dulu kamu bahkan tidak memperdulikan siapapun di kehidupan kita selain dirimu dan diriku. Kenapa sekarang kamu memikirkan tentang hal ini?

“Aku hanya untukmu, dan kamu hanya untukku! Selamanya!!” Ucapku geram. 

----

“Katamu, kamu ingin mengakhiri ini kan Sayang? ”

“Sudah cukup! Hentikan, lepaskan aku!!” ucapmu memelas, suaramu lambat laun menghilang. Erangan dan desahanmu bagaikan musik yang mengalun indah di indra pendengaranku. Ah dirimu sungguh terlihat lebih tampan dengan mukamu yang meringis.

“Sebentar lagi Sayang, beberapa irisan lagi, kita akhiri penderitaan ini. Aku tidak akan sanggup melihatmu dengan wanita. Kamu tau? aku ini lelaki yang sangat memujamu. Aku inginkan cintamu hanya untukku. Kalau itu harus berakhir, beginilah cara kita mengakhirinya. Maaf sayang kisah kita tidak akan seindah Romeo dan Juliet, cara mereka mati terlalu anggun. Kamu harus rasakan sakit hati yang aku rasakan selama berbulan-bulan, sayatan dan perasan jeruk nipis ini merupakan perpaduan yang sangat cocok untukmu, agar kamu bisa rasakan betapa perih rasanya ketika kamu duakan aku dengan wanita. Cintaku padamu tidak akan mati. Raga dan Jiwamu kini hanya milikku..”

Duhai sayangku betapaku
Menginginkanmu sampai mati
Parutkan luka yang teramat dalam oh kasih
Suguhkan segala raga dan jiwamu untuk ku



Words Count: 503


32 komentar:

  1. cinta memang mampu membutakan akal.. :)

    cerita yang bagus. Tapi perhatikan juga penggunaan preposisi/kata depan 'ke' dan 'di' yaa.

    Salam. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah terimakasih telah finingatkan. Saya masih harus belajar cara penulisan bahasa indonesia yg benar. :)

      Hapus
  2. Jreeeng... Pantes dia ngomong soal berubah-berubah. Homo toh? :|

    BalasHapus
  3. setuju sama bang atar *eh,brapakali yah komen2ku setuju sama bang atar terus :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju sama mba Na aja deh.. :D

      Hapus
  4. mencengangkan.. gay geto loh :D

    salam kenal mba :)

    BalasHapus
  5. hahahaha ternyata dia gay ih ...

    BalasHapus
  6. Hehehe homo :| tapi keren tulisannya, suka :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih. sering-sering mampir yaa. hehe

      Hapus
  7. wew...
    kejam sekali. sayatan dan jeruk nipis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. rasa perih ~ perlahan tapi pasti

      Hapus
  8. Balasan
    1. ish ish apa nih ish maaak? hihi

      Hapus
  9. Kejam sayatannya.rasanya perih dan sakit ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak, perih dan sakit di hati juga kejam. hehe

      Hapus
  10. Upzzz...penyuka sejenis rupanya :D

    BalasHapus
  11. setelah baca dua kali, baru sadar kalau cinta sesama jenis. idenya sudah umum, tapi penyampaiannya bagus lho..

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih Mbak. makasih sudah mampir. kritiknya dooong. hihi

      Hapus
  12. Tema LGBT emang lagi hits :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. LGBT apaan mak? ga mudeng. hahah

      Hapus
  13. Semoga kembali ke jalan yang benar.. :)

    Etapi katanya kalau cinta sejenis itu emang lebih posesif deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya katanya begitu mak, makannya dibikin begini. aslinya nggak tau. hihi

      Hapus
  14. Balasan
    1. Ihiks, komennya cuma senyumkah mak? Banyak salah ya?

      Hapus
  15. ending yang mengejutkan..ternyata dia adalah seorang bi***...betul-betul kisah yang luarbiasa ...salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam :) terimakasih atas kunjungannya

      Hapus

Leave your comment here..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...