Selasa, 05 Februari 2013

Prompt #3: Telat Cita, Cinta dan Harapan.

Aku menyambar jaket kulit dan kunci mobil, ku lihat jadwal undangan ditanganku dan aku terkaget melihat jam di dindingku, waktu menunjukkan pukul 12 siang, bergegas aku pergi secepat kilat berharap masih ada waktu sebelum acara dimulai.
Tapi nampaknya dewi fortuna tidak berada disisiku, jakarta penuh sesak dengan mobil-mobil penuh orang kelaparan mencari makan siang. Waktuku semakin sempit. Aku menepikan mobil disekitar parkiran umum, tempat tujuanku masih setengah jalan lagi, tapi tidak ada cara lain menuju tempat itu, aku mengeluarkan sepeda lipat dari bagasi mobil dan menatap spedaku penuh harapan.
"Aku kuat! Aku bisa" teriakku sanbil mengayuh sepedaku secepat mungkin, rasanya betis ini akan meledak, kakiku terasa berat sekali.
"Ini harapanku! Ini janjiku membebaskannya!" Aku kembali berteriak menyemangati raga.
Sesampainya di tempat acara kulihat mobil-mobil mewah sudah banyak berjajar, ku tinggalkan sepedaku di pos satpam setempat, wajah tersenyum terhias dimukaku, aku berlari bergegas masuk.

"Gawat!" Aku melirik jam di tangan, sudah lewat 3 menit! Kupercepat lariku, walaupun tahu bahwa itu hanyalah usaha sia-sia. Aku sudah telat!
"Tidak apa-apa," kataku menenangkan hati.
Aku mulai memasuki ruangan dan mengetuk pintu. Seketika semua mata di dalam ruangan ini melihat ke arahku.

"Bang Dhika?!" Ucap suara tidak asing yang menarikku keluar ruangan.
"Eh Lyra"
"Ngapain kesini? Mau cari mati ya?"
"Nggak kok, malah mau nyari kebahagiaan, udah ya Saya mau masuk"
"Eh diem sini! Mending Abang pulang, gak ada yang mau lihat kamu disini bang!"
"Ini harapanku sebelum aku harus diam selamanya, ini saatnya, aku harus menghentikan ini semua! Kamu tau kan Angel juga tidak setuju dengan ini semua"

Aku berlari menuju pintu itu kembali, aku yakin harapanku belum terlambat.

"Saya perkenalkan kepada Jemaat semuanya, pasangan baru kita Bapak Alfred dan Ibu Angel Butar"

Harapanku, Angel, Pacar yang telah bersamaku selama 5 tahun ada di depan mata. Telah dipinangkan dengan jodoh pilihan orangtuanya. Ku lihat matanya bertemu dengan mataku. Mata indah yang kini bukan milikku.
"Kamu telat" aku membaca gerak bibirnya.
Air mata yang tidak kuasa kebendung jatuh ke pipiku, malu rasanya. Sekarang aku harus berdiam diri, aku benar-benar harus meninggalkannya. Selamanya..

Angel maafkan aku, kamu kini bukan milikku, terimakasih pernah jadi malaikat yang mengisi hari-hariku..




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...