Selasa, 15 Januari 2013

Sanam Indian Wedding

Rasanya semakin banyak teman saya yang melanjutkan hubungannya ke jejang pernikahan, alhamdulillah..
Kali ini yang menikah adalah junior saya semasa sekolah, Sanam Islam, wanita cantik keturunan pakistan, dirinya dan kakaknya yang seusia saya, adalah sahabat yang baik, dan lucuu! Sanam menikah diusia 17 tahun, beda setahun sama saya lah.. Kesannya teman saya ga ada yang nurut nih sama imbauan pemerintah untuk tidak menikah muda? Hihi.
Pernikahan Sanam tentunya bergaya ala Pakistan India, dan baru kali ini saya menghadiri pesta pernikahan seperti ini, full music dan rasanya ingin joget-joget!

Proses akad sama hal nya dengan pernikahan kita, ya karena akad tetap menggunakan bahasa Indonesia. calon suami Sanam, Asaad, adalah lelaki keturunan pakistan asli, yang juga masih sepupu Sanam. Lucu ya, pakistan maupun arab masih menjaga kasta mereka dengan menikah sesama saudara.
Perjalanan menuruni anak tangga menuju kursi pelaminan, menemani Sanam bersama seorang sahabat saya Sharifah membuat hati saya bergetar, entah kenapa setiap ada pernikahan selalu membuat hati saya bergetar, apa semua orang merasa begitu? Rasanya seperti mengingat esensi pernikahan.

Malam harinya digelar acara Mendhi Night, mirip seperti malam bainai adat minang, atau pesta bujang. Biasanya pesta ini dilakukan sebelum pernikahan tetapi untuk menggabungkan tempat agar mempelai wanita bisa bersama mempelai pria, khusus acara Sanam, dilakukan setelah Akad. Masing-masing keluarga akan menggambar titik (sebagai syarat) s ditanggan mempelai. Dan mempelai juga menikmati acara khusus untuk mereka, keaempatan ini tidak saya lewatkan untuk mengabadikan moment dimana sahabat saya Sabiha menari untuk adiknya lalu member keluarga lain akan ditarik satu persatu untuk menari, persis film india.

Esok harinya, di gedung JW marriot, digelar resepsi, dengan baju yang telah dijahit menjadi seragam sahabat, saya datang bersama suami, anak dan sharifah. Moment resepsi selalu menjadi ajang reuni teman SMP/SMA. Bertemu dengan teman sekelas, guru, hal yang sangat menyenangkan sekali!

Sanam, semoga pernikahanmu menjadi pernikahan yang SAMARA, bahagia selalu, dan cepat kasih teman buat Lyvia ya, love you!

Sanam sesaat sebelum Akad


I'm the only one Indonesian here


Sabiha menari untuk adiknya


Mr. and Mrs. Assad


Newly Wedd acara ressepsi


Saya, Teman, Sahabat dan Guru Alumni Pakistan Embassy School Jakarta


on the stage!


fyi, yang keturunan asli indonesia hanya saya, dan guru-guru, yang lainnya, half indian, arab, and pakistani

9 komentar:

  1. apaa 17 tahun ,yampuun muda yah hiks,udah beraninya :(,aku aja takut denger nikah hihi,btw main ke blogku ya kalau berkenan ^_^

    http://leeviahan.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Knapa takut? Hihi. Akumarried at 18 and now having a fabs baby girl

      Hapus
  2. waa.. pengantinnya cantik yaa? yang punya blog juga :). Suka deh bajunya panjang-panjang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thankyou, I'm flattered, iya pengantinnya sudah cantik dari kecil! Pakaian mereka disebut shalwar kameez, cantik ya bajunya? Sayang susah ditemuin di indo, wardrobe yg dipakai di kawinan ini semua berasal dari pakistan :) izin follow blog nya ya mak mia

      Hapus
  3. wawww pengantennya cantikkk banget, temennya yg satu2nya dr indonesia juga cantikkk
    salam kenal yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thankyou thankyou, salam kenal juga mak :)

      Hapus
  4. Wow pengentennya cuantik
    Memang untuk yg berdarah Arab..masih menjaga banget ya Mbak utk masalah perkawinan

    Masih muda sekali ya :)
    Semoga selalu berbahagia

    Salam kenal dari Semarang mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak, padahal secara biologis pernikahan sesama keluarga dengan gen yang sama tidak bagus juga ya? hehe. Amin atas doanya. izin follow blogny ya :)

      Hapus
  5. Waaa cantikkkk
    Ap kya se ho mbaaaak :)

    BalasHapus

Leave your comment here..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...