Senin, 29 Oktober 2012

Eid Adha 1433

Papa saya dengan sapi kurban keluarga sebelum disembelih
Postingannya memang telat, bahkan daging kurbannya juga udah habis, tapi gapapa kan? Hehe.
Tahun ini keluarga saya menggabungkna 7 orang menjadi 1 kurban sapi. Ya duitnya potong dari gaji masing-masing lah ya, yang penting kurban. Tapi sebenarnya saya punya keinginan untuk kurban kambing lagi, tapi keinginannya telat karena lupa harus beli kambing dari jauh hari, kalau tidak mau kehabisan.

Saya gak habis pikir bila ada yang berkecukupan tapi tak terfikit untuk membeli kurban? atau ngeluh karena duitnya berkurang untuk beli keperluan lain gara-gara beli hewan kurban. masa iya selama hidupnya gak pernah berusaha untuk menunaikan ibadahnya? ya tiap orang berbeda-beda jalan pikiraannya. tapi ada dua orang yang menggugah perasaan hati ..

Saya terenyuh dengan cerita dua orang pemulung di tebet yang memberikan kurbannya, 2 ekor kambing di mesjid Al-ittihad. Saya tau persis letak mesjid itu, tempatnya di sekitar perumahan elit kawasan tebet dekat dengan sekolah kakak saya dulu. 
Luar biasa hebatnya dua orang pemulung ini, yati dan maman, dengan penghasilan 25 ribu perhari mengumpulkan selama 3 tahun, dan tahun ini mereka bisa memberikan kurban. Mereka tetap bertakwa kepada Allah YME. Padahal untuk kategori mereka, kurban bukanlah suatu kewajiban. ini bagaikan cambuk untuk saya, menyadarkan saya, bahwa saya jauh lebih berkecukupan dari mereka, sudah seharusnya saya meningkatkan kualitas iman. yati dan maman mengugah banyak hati masyarakat setelah kabar mereka tersebar luas, dan Alhamdulillah mereka akan naik Haji berkat banyak bantuan masyarakat yang menyumbang. 

yati dan maman, dua pemulung berhati mulia

lihat? balasan Allah langsung datang untuk mereka. ketika tulus memberikan sesuatu semata-mata hanya untuk Allah, Allah langsung memberikan rahmatNya. Subhanallah. Semoga mereka benar-benar bisa naik haji, dan
ingat ketika kita memberikan rezeki kepada orang lain, rezeki kita tidak akan habis, melainkan akan digantikan berkali-kali lipat olehNya seperti halnya cerita yati dan maman.
dimata Allah bukan kaya dan miskin yang membedakan hambanya, melainkan kepedulian antar sesama saudara (manusia) lah yang membedakannya.
Semoga kita dapat memetik hikmat/arti dari kejadian nyata ini.  Dan semoga tahun depan lebih banyak lagi orang yang terbuka mata hatinya untuk mau berkurban untuk sesamanya. 


6 komentar:

  1. Aduuuuh.... mak Yati ini bikin aku maluuuu.... Biar pemulung, gak punya utang, qurban pula. Lha kita yg pd upload qurban di facebook utangnya banyak di bank :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang ya mak kredit kard itu musuh.untung beli kambung kurban ga bayar pake kartu, makin banyak dan ga afdol deh kurbannya. Hehe

      Hapus
  2. kunjungan pertama di 'rumah' mak Karin, nih..
    selamat hari raya Idul Adha ya mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat datang emak enny. Selamat hari raya juga :)

      Hapus
  3. subhanallah, teraru baca ttg mbak Yati & Maman.. Kalo Allah uda meridhoi, ada aja jalannya ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak, 1001 cara dalam memberikan rahmatnya

      Hapus

Leave your comment here..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...