Jumat, 01 Agustus 2008

sesi "titanic"

lihat di blog nya ima or edvan you'll see about musahabah yg lebih parah dari pada katarsis, atau disebut kapal karam. i can't tell you in detail but it was shocking me alot.
kalau di blog ima, dia nulis
"hidup segan, mati tak sudi"
bagi gw, itu bukan gw.
well, mungkin yang kenal gw dulu, ada satu kata yg slalu gw ucapin kalo gw lagi nge-drop, mungkin kalo gw udah lama gak nge-"charge"(kata-kata ryad) gw bakal tanggepin sesi itu dengan senag hati, bahagia tanpa beban dan berteriak yeeei! (loh?). tapi,
alhamdullilah sekarang otak gw bisa berpikir jernih, dan mata hati gw bisa lihat, betapa banyak orang yang sayang ma gw, dan betapa indahnya dunia dan kehidupan yang hanya sementara ini.

saat sesi itu, gw ga ngambil atau nerima sumpit itu. gw yang memberikan, tanpa berpikir gw harus mendapatkan sumpit walau cuma satu.
pasangan gw buleyggagwtaunamanya-bule- menangis sejadi-jadinya menolak sumpit gw, tapi gw berkata.

"lo lebih bisa menghibur orang banyak, lo bisa bikin orang-orang disekitar lo
bahagia, lo berhak untuk hidup."

diapun menerima dengan tangisan yang makin keras. setalah itu gw berpasangan dengan rina, rina yg gw kasih sumpit menangis dan juga tertawa, dia jg gak mau nerima sumpit itu dari gw. tapi ahirnya gw menemukan cara untuk memberikan sumpit ketika dia lengah. well, sumpit terakhir untuk temen yg paling berhak, gw kasih ke ima.
karena gw berpkir, dia bisa nerima gw apa adanya, dia bisa nasehatin gw, dia bisa jadi sahabat-kakak-dan nyokap buat gw.
ima nolak. tapi gw gak peduli, akhirnya gw bisa ngasih dia.
ka nares maksa gw buat nerima sumpit dari dia, sambil menangis, sama kayak danur,ima,rina.
mereka sangat memaksa gw,
gw ga mau nerima sama sekali, walaupun gw tau sumpit mereka banyak, lebih dari cukup. tapi gw tetep ga mau nerima, dengan setengah berteriak gw berkata
"gw ga mau!"
saat sesi itu gw berpikir
teman-teman gw, harus selamat, impian mereka mungkin lebih penting dari gw,
bukan ini yang dulu gw impikan? tapi saat itu pikiran gw berbeda. yg ada di otak gw:
walaupun kapal itu tenggelam, dan akhirnya gw mati, gw ikhlas. dan walaupun kapal itu tenggelam, kalau itu belum ajal gw, gw yakin, Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang akan membantu dan menolong gw, bagaimana pun caranya. karena Dia yang Maha Perkasa.

tapi gw salah. bukan itu yang harus gw pikirkan.
tapi gw harusnya berpikir, bahwa gw harus jadi pemimpin!

wassalamualaikum wr.wb
maaf yaa.. side bar gw masih rusak, insya Allah secepatnya bener lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Leave your comment here..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...