Selasa, 24 Februari 2015

EF#8 -Hello buddy!

How have you been?
Perhaps are you're still wrapped with selfishness and rage inside your soul? I know you too well, didn't I?

It still fresh on my memory, the day your teacher really mad at you, just because you try to defend your friends.
He smashed the door and kicked the table right in front of you, and there you are shocked, crying and your friends starts to leave you instead cheering you up.

Things weren't always bad, but
That day has put it scars in you, makes you who you are today, your turning point.
After those unfortunate event, you did not believe 'best friends' relationships were existed, you shut yourself and anytime you were in class you learn with so many rage, trying to prove you can do better, there's always a glint of revenge on your eyes.

Oh dear, I know how hard your life is, you're only 10 at those moments and you were very scared to told your parents.
But, you managed to carry on.

I'm proud with you, the revenge you had, that burning fire inside you, makes you passionate to study harder and the thoughts to protect yourself in the future made you chosen law as your degree, and you did a great job.
You start carefully picked who you want to be with, and those friends stay beside you until today, backed and cheer you up.

Anyhow, with all that has happened, the joy on your smile and tears that has fallen on your chubby cheeks,  I'm grateful for what we've been thru, and wishing all the best things that has await us in the future.
I love you and always will.

Keep fighting Karina..

This letter is for BEC #8 challenge:  letter for a younger you

Minggu, 08 Februari 2015

DIY : Play Dough

Kalau yang punya anak, pasti gak asing sama mainan ini. Jangankan anak-anak, orang dewasa juga suka main ini karena warna warni yang sangat eye catching.

Tapi buat beli doughnya kadang agak jadi beban yee, secara dough yang bagus rada mihil, apalagi Lyvia mainnya brutal kadang dough-nya habis entah kemana.

Alhamdulillah sahabat saya, seorang guru pre-school elite yang sangat baik hati mau memberikan tutorial cara membuat dough dengan bahan yang aman dan pastinya hemat di kantong.

Here's what you need
Bahan:
- Tepung protein rendah
- Garam
- Air
- Pewarna Makanan
- Minyak 1/2 sdt

Cara Membuat:
1. Campurkan tepung dengan garam aduk secara merata.
2. Ditempat terpisah campurkan 30ml air  dengan pewarna.
3. Selanjutnya, tuangkan air bewarna kedalam tepung sedikit demi sedikit, aduk tepung sampai merata hingga kalis dan tidak menempel ditangan, tambahkan air bila perlu (lebih baik menggunakan tangan).
4. Sesudah mendapatkan konsistensi dough yang diinginkan teteskan minyak 1/2 sdt agar lebih lentur.

Tips:
Tidak ada ukuran pasti untuk bahan-bahan, tetapi semakin banyak garam yang dimasukkan, semakin bagus pula konsistensi dari dough.
Perbandingan yang saya pakai tepung dan garam 10:3 sdm.
Jika main douhgnya pakai cetakan, saya sarankan minyaknya pakainya sedikit saja ya, jangan terlalu banyak, karena jadi terlalu elastis dan nggak ngikutin bentuk cetakan.
Or selama mencari kepadatan yang diinginkan sambil dites aja pakai cetakan doughnya, biar pas dihati. Hehe

Okay Mommies, selamat mencoba.






Kamis, 29 Januari 2015

Kehidupan

Keluarga seharusnya saling menyayangi tapi sayang, rasa sayang itu tidak aku rasakan. Mereka membenciku, melihat diriku penuh amarah dan malu. Terngiang kata-kata Bapak yang membuatku terpojok disudut ruangan hampir setahun belakangan ini.

“Kamu jangan keluar kamar, apalagi keluar rumah! Bikin malu”

Namaku Aldo, Temanku hanya pantulan diriku pada cermin, jendela kamarku telah terpatri dengan kayu dari sisi luar, membuatku tidak bisa membedakan pagi dan malam. Amarahku mulai menumpuk, seribu tanya dan luapan emosi tak dapat ku bendung lagi, kuputuskan hari ini aku harus keluar dari kamar busuk ini.

____

GUBRAK!

“Jahanam kalian semua, tega mendekap aku selama berbulan-bulan, apa salahku?” Ku dobrak pintu kamar dengan penuh dendam.

“Kamu, anak laki-laki tak tau diri, kurang ajar!” Sahut Bapak tak kalah geram.

“Aku tidak pernah berharap untuk dilahirkan menjadi anak laki-lakimu”

Dengan secepat kilat lelaki bertubuh gempal itu berlari seraya mengepalkan pisau di tangan, sayup-sayup suara teriakan ibu dan adikku bersautan, berharap ada yang meleraikan kami.

____

Pisau telah terhunus pada lelaki yang dulu kupanggil bapak. Mungkin dia lupa dulu aku pernah menjadi anak lelakinya.

Kudapati diriku berjalan meninggalkan rumah dengan senyum kemenangan, rambut indah dan pakaian baru yang telah lama ingin kupakai, baju model u can see dan rok flare terbaru. Akhirnya kehidupanku yang lama telah tutup buku, Namaku Alda dan inilah saatnya memulai kehidupan keduaku, hidup baru tanpa batas.


http://mondayflashfiction.blogspot.com

Selasa, 09 Desember 2014

WTF?! : Old Town White Coffee

What's the food?
Nasi Lemak Fried Chicken + White Coffee.
Saya sebelumnya gak pernah notice sama resto ini setiap ke kota kasablanka, berhubung kemarin dapet promo gratis dari samsung galaxy gift jadi deh melipir ke Old Town White Coffee kokas (eits, ini bukan promosi berbayar) Konsepnya kopitiam khas negri melayu sebrang.
Lihat menu-nya aja mouth-watering banget.

How's The Food?
Nyummyyy! Nasi lemaknya lembut dan gak buyar, ditemani dengan side dish, ikan teri, kacang, sambal belacan dan ayam goreng. Rasa perpaduannya pas banget. Nah yang jadi trademark adalah White Coffee-nya, rasanya enak, katanya sih campuran arabica, robusta dan liberica, tapi saya cuma ngerasa robusta nya aja sih. Tapi cocok sama selera kopi Indonesia.
Alhasil saya kenyang dan bahagia. Secara Rp.0 enak lagi, hehe.

Where's The Food:
Old Town White Coffee
Kota Kasablanka, Lantai Upper Ground, Food Society.

Senin, 08 Desember 2014

WTF?! (Where's The Food?!) : Sate Padang Goyang Lidah

What's The Food?

Ini salah satu makanan favorite saya. SATE PADANG. Makanan padang kedua terenak setelah rendang daging.
Makanan khas ini sudah saya nikmati sejak kecil, dari makannya dengan kuah di pisah ala anak sd, dan sekarang sampai minta kuahnya nambah.

How's the food?

Daging bakar dengan kuah kental kaya rasa rempah. Pedas dan gurih melting dimulut. Sate Goyang Lidah Djamaan ini bisa ditemukan di areal luar Pasar Pagi Rawamangun setiap malam.

IMHO, walaupun pamornya sudah jauh merosot dibanding dulu, sate ini tetap lebih nendang rasanya dibanding sate padang yang berlokasi di Pasar Santa.
Worth to try!

Where's The Food?

Go get them on Pasar Pagi Rawmangun, 18.00 - Midnight, 085280601380/ 0214703158

Minggu, 13 April 2014

Resep: Bitterballen maken

Hello, kalau temenan sama saya di Path or Facebook pasti tau banget saya lagi suka utak-atik resep.

Nah kali ini saya membuat Bitterballen. Apa sih bitterballen ini? 



Bitterballen ini snack ringan isi daging yang berasal dari negri kincir angin, Belanda.
Bitterballen ini mirip kroket, tapi bentuknya bulat. Isi bitterballen ini boleh daging apa saja, as you wish, pilihan saya jatuh ke daging cincang sapi.
Saya sedikit memodifikasi dengan memberikan bubuk pala, oregano untuk membuat adoban wangi dan sedikit bubuk kunyit sebagai warna agar adonan bewarna cerah, well kalau tidak ingin memasukkan bubuk-bubuk tersebut tidak apa-apa.

Rabu, 26 Februari 2014

Kota Bertuah Penuh Asap (Real Pics From The Sky)

Miris rasanya, kota yang anda tempati untuk mencari sesuap nasi kini menjadi kota penuh asap, serasa penjual sate sedang betebaran disetiap jengkal kota ini.

Dulu saya hanya melihat dari TV, tidak menyangka ternyata kejadian aslinya lebih parah daripada yang disiarkan di TV.

Saya sedang berada di Jakarta beberapa hari belakangan ini, saat kabut asap yang terparah menyelimuti pekanbaru, tetapi saya sempat merasakannya ketika naik dan sekarang ketika kembali saya benar-benar merasakan perubahan cuaca dibanding minggu lalu. Saya juga sempat mengabadikan beberapa moment kabut asap melalui udara.

Sebagai pengidap asma sedari kecil, asap adalah musuh terbesar saya, well serangan sesak nafas bisa saja muncul tiba-tiba walaupun tidak karena asap, apalagi adanya asap ini, makin memperparah.

Ketika berangkat, saya memilih pesawat jam 11.45, jam tersebut saya pilih karena waktu tersebut adalah waktu yang paling memungkinkan pesawat lepas landas. Karena kabut asap penerbangan di pekanbaru suka ter-delay, atau gagal turun. Oleh karena itu pesan lah tiket tidak terlalu pagi atau sore, saat matahari mulai dan masih terang, kalau anda akan berangkat dari pekanbaru dan memesan pesawat malam atau pagi sekitar jam 06.00 di pastikan anda akan menunggu, ya kalau anda akan mendarat dipekanbaru jam 07.00 bisa jadi anda dialihkan ke medan atau kuala lumpur.

Berikut foto saat lepas landas dari bandara SSQ II Pekanbaru tanggal 20-03-14 Jam 11.45



Banyak turbulensi yang terjadi saat pesawat menabrak kabut atau asap tebal, lebih baik memilih pesawat sekelas airbuss karena rasanya lebih nyaman dan aman, tidak terlalu oleng. Sekilas di dalam pesawat banyak muka-muka tegang karena goncangan yang cukup dasyat.
Ketika saya mengobrol dengan salah satu crew di bandara, yang paling ditakuti adalah ketika pilot tidak bisa membedakan kabut asap dengan awan hampa udara, yang dapat mengakibatkan turbulensi, dan jarak pandang yang sangat terbatas untuk landing dan take off.

Nah berikut ini foto saat saya mendarat di Pekanbaru 26-03-14 14.00

Biasanya pada ketinggian seperti ini, hutan dan alur sungai terlihat jelas, tapi sekarang sudah terlalu banyak asap yang mengepung.




Sedih kan lihatnya? Asap ini sangat menganggu selain ISPA, mata juga terasa perih karena partikel debu.

Langit tidak lagi terlihat biru, 
Kesal dan sebal karena ini adalah bencana yang dibuat oleh manusia, oleh cukong kayu yang membakar hutan, mereka meraup untung tapi membuat buntung orang-orang dikota yang harus mengeluarkan biaya untuk berobat ISPA.
Banyak yang tergolek lemas di Rumah sakit, tapi mungkin beberapa oknum sedang plesiran keluar negri mencari udara segar.

Ayok mulai bangun kesadaran, hindari illegal logging, pembakaran hutan, dan pencemaran polusi lainnya, SELAMATKAN kota ini, selamatkan keluarga tercinta.
Mari bantu sesama, mari saling mengingatkan.
Isi petisi ini, bantu sembukan kota tercinta ini hasil petisi ini akan dikirimkan ke pihak pemprov agar solusi dapat ditemukan secapatnya http://chn.ge/NwKF7M

Sabtu, 08 Februari 2014

My Guardian Angel and Little Angel



Although our body are far apart, our soul will always be together.


Sudah 4 bulan terpisah jarak ratusan kilometer, kami disibukkan dengan usaha masing-masing untuk membangun keluarga kecil yang masih merangkak naik.
Saya sendiri bukan wanita yang suka berdiam diri membuang waktu belum saatnya saya hanya menengadahkan telapak tangan kepada suami, mungkin karena jiwa muda masih menggelora, yang kadang suka tidak sadar ada anak cantik yang ngekor kemana saja. Hihi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...